Muhamad Haripin, PhD

Militer Indonesia dan Kontraterorisme di Poso, 2015–2022
Artikel Jurnal

Militer Indonesia dan Kontraterorisme di Poso, 2015–2022

Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendapat pujian atas kontribusinya dalam memberantas jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Militer berkontribusi dalam berbagai cara, khususnya dalam pengumpulan intelijen, operasi teritorial, dan kontra-gerilya. Operasi di Poso merupakan kasus di mana ancaman melampaui kemampuan kepolisian. Di satu sisi, kontraterorisme terhadap MIT memang membutuhkan keterlibatan militer yang mendalam terutama karena tantangan strategis dan struktural di wilayah konflik. Namun di sisi lain, keterlibatan yang mendalam dapat menimbulkan dampak merugikan terhadap tata kelola keamanan demokratis.

Kami berargumen bahwa keterlibatan TNI memang berharga tetapi sebaiknya dibatasi kasus per kasus. Artikel ini menyoroti bahwa operasi tersebut mampu menumbuhkan koordinasi antara polisi dan militer. Namun, ada pula potensi risiko bagi masa depan upaya kontraterorisme di Indonesia. Kontraterorisme membutuhkan pendekatan multidisipliner, tetapi keterlibatan TNI di semua sektor hanya akan menghasilkan pencapaian yang suboptimal bagi militer. Artikel ini juga membahas bahwa pendekatan militerisasi dalam kontraterorisme kemungkinan akan meningkatkan penggunaan kekerasan.